Nashoihul Ibad [ نَصَائِحُ اْلعِبَاد ] Enam Hal Yang Tidak Dimiliki Oleh Enam Perkara

 Nashoihul Ibad [ نَصَائِحُ اْلعِبَاد ]


ﺑِﺴْــــــــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢِ

[ والمقالة أربعة عشرة ] :

قال أحنف بن قيس رضي الله عنه : ( لا راحة للحسود، ولا مروة للكذوب، ولا حيلة للبخيل، ولا وفاء للملوك، ولا سؤدد لسيئ الخلق، ولاراد لقضاء الله. وسئل.


Syarah :

Enam Hal Yang Tidak Dimiliki Oleh Enam Perkara


وقال أحنف بن قيس رضي الله عنه


Ahnaf bin Qais radiyallahu ‘anhu berkata :


١. لا راحة للحسود


1. Tidak ada ketenangan untuk orang yang hasud

٢. ولا مروة للكذوب


2. Tidak ada muru’ah (harga diri) untuk pendusta

٣. ولا حيلة للبخيل


3. Tidak ada kecakapan bertindak untuk orang yang bakhil

٤. ولا وفاء للملوك

4. Tidak ada amanah untuk orang yang diperbudak

٥. ولا سؤدد لسيئ الخلق

5. Tidak ada kehormatan untuk orang yang berbudi pekerti buruk

٦. ولاراد لقضاء الله. وسئل

6. Tidak ada penolakan untuk ketentuan Allah.”

• ‘Abdul Mu’thi As-Samlawi berkata, “Orang yang hasud mendapat lima kerugian, yaitu : dicaci-maki orang lain, mendapatkan kesedihan yang tiada akhir, tertutup pintu taufiq baginya, selalu mendapat musibah yang tidak ada pahalanya, dan mendapat murka Allah yang besar.”


• Menurut ‘Ali Al-Mawardi, hakikat hasud adalah merasa sangat sedih terhadap kebaikan-kebaikan utama yang ada di diri orang lain.

Adapun munafasah merupakan berusaha untuk mendapatkan kebaikan sebagaimana yang dimiliki orang lain tanpa menjalankan sesuatu yang merugikan orang lain.


Rasulullah bersabda:


الْمُؤْمِنُ يَغْبِطُ وَالْمُنَافِقُ يَحْسُدُ

“Orang mukmin itu hanya sekedar iri, sedang orang munafik itu hasud.”

Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang bergaul dengan orang banyak tanpa pernah mendhalimi mereka, berbicara kepada mereka tanpa pernah berdusta, dan berjanji dengan mereka tanpa pernah berkhianat, maka orang tersebut termasuk orang yang sempurna muru’ahnya, tampak jelas keadilannya, dan wajib untuk dipersaudarai.”

Rasulullah juga bersabda, “Makanan orang yang pemurah merupakan obat, sedangkan makanan orang yang kikir merupakan penyakit.”


“Ada dua golongan dari umatku, bila mereka bagus, maka umat pun akan bagus, yaitu pemerintah dan ulama.” (HR. Abu Nu’aim)

“Rakyat tidak akan mendapatkan kehancuran sekalipun mereka zhalim dan buruk akhlaqnya bila pemimpinnya suka menunjukkan ke jalan yang benar dan ia telah mendapatkan hidayah. Sebaliknya, rakyat akan hancur sekalipun mereka suka menunjukkan jalan kebenaran dan mendapatkan hidayah bila keadaan pemerintahannya zalim dan buruk akhlaqnya.” (HR. Abu Nu’aim).

Posting Komentar

thanks for your comment on 4Fatih

Lebih baru Lebih lama