Langsung ke konten utama

Postingan

Tiap Obat Ada Dosisnya

Ada yang bilang, jangan khawatir mengkonsumsi obat herbal karena tidak akan ada efek samping. Jangan takut over dosis karena obat herbal itu aman. Tidak berbahaya jika konsumsi dalam jumlah banyak. ⁣ ⁣Ini merupakan pernyataan yang aneh. Jika obat herbal secara pasti aman meskipun dikonsumsi dalam jumlah sangat banyak, maka bagaimana mungkin ia bermanfaat untuk pengobatan. Contoh sederhana obat untuk darah rendah, jika konsumsi herbal diyakini dapat menaikkan tekanan darah hingga pada kondisi normal, ini menunjukkan bahwa obat herbal tersebut bermanfaat untuk menaikkan tekanan darah. Maka bagaimana mungkin obat itu tidak mendatangkan bahaya jika dikonsumsi berlebihan? ⁣ ⁣Teringat sebuah hadis: ⁣ ⁣عَنْ سَعْدٍ، قَالَ: مَرِضْتُ مَرَضًا أَتَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُنِي فَوَضَعَ يَدَهُ بَيْنَ ثَدْيَيَّ حَتَّى وَجَدْتُ بَرْدَهَا عَلَى فُؤَادِي فَقَالَ: إِنَّكَ رَجُلٌ مَفْئُودٌ ائْتِ الْحَارِثَ بْنَ كَلَدَةَ أَخَا ثَقِيفٍ فَإِنَّهُ رَجُلٌ يَتَطَبَّبُ فَلْيَأْ
Postingan terbaru

Pandemi Ini Akan Berakhir

Tak lama lagi, in sya Allah, pandemi ini akan berakhir. Kecuali jika kita lalai, lengah dan ceroboh, atau tidak ada pengawasan sehingga orang-orang yang terpapar dari negeri-negeri lain dibiarkan leluasa masuk. Tak lama lagi, in sya Allah, kita dapat berkegiatan seperti biasa dan menjalani kehidupan sebagaimana masa-masa sebelumnya. Kecuali apabila kita tidak sabar sehingga di masa-masa yang pandemi mulai melandai, datang lagi gelombang berikutnya. ⁣ ⁣Ada banyak pelajaran dari masa pandemi ini. Selama hampir dua tahun, pusat kegiatan kita adalah rumah kita. Tidak betahnya anak-anak di rumah, tidak sabarnya orangtua, bukanlah karena pandemi. Bukan. Sama sekali bukan. Ia hanyalah cerminan dari kualitas rumah-tangga kita serta bagaimana kita mendidik anak-anak kita. Maka pandemi merupakan pelajaran yang sangat berharga untuk berbenah, menata diri dan keluarga, menjadikan rumah kita sebagai surga yang bukan hanya terdengar indah saat orang memberikan petuah, tetapi nyata terasa bahwa tempa

Negeri yang Menua

Negeri yang Menua Mohammad Fauzil Adhim, 26 September 2017 Pertama kali ke Jepang tahun 2005, gambaran tentang pendidikan di Jepang adalah model yang sangat memperhatikan pembentukan adab pada diri anak . Kesantunan serta sikap hormat mereka sudah sangat masyhur, baik terhadap guru maupun orangtua. Jangankan yang belajar di Jepang sejak usia playgroup maupun SD hingga SMA, mereka yang kuliah di Jepang semenjak S-1 pun akan membekas pada dirinya dua sifat yang cenderung kuat: rendah hati dan menghormati senior, termasuk guru dan orangtua. Zaman berganti masa bertukar. Ketika saya berkesempatan mengunjungi Jepang lagi beberapa tahun silam, kuat terasa anak-anak muda yang cenderung meniru habis gaya Amerika, bahkan boleh jadi melebihi yang ditiru. Ini terasa betul pada anak-anak muda. Beriringan dengan itu, kian banyak perempuan yang enggan menikah dan pasangan suami-istri yang malas punya anak. Mengapa? Membesarkan anak merupakan investasi yang besar dan berat, terlalu banyak b

LOGIKA SEDERHANA SEORANG IMAM

Perbedaan mahdzab, pemahaman, beda harokah adalah hal biasa, bagaimana memecahkan perbedaan tersebut mari kita simak bagaimana seorang syeh memberikan logika sederhananya Hasan Al-Banna punya sebuah majelis taklim. Majelis ilmu itu dilaksanakan di sebuah masjid pada malam hari. Jama'ah. pengajian itu semakin hari semakin membludak saja. Maklum, tutur kata ustadz muda itu begitu menyentuh jiwa. Suatu hari, Hasan Al-Banna merasakan adanya nuansa aneh di majelis taklimnya. Jama'ah pengajiannya duduk berkelompok. Ada dua kelompok besar. Masing-masing mengambil jarak. Sebelum lagi Hasan Al-Banna memulai acara taklimnya, tiba-tiba sebuah pertanyaan mengejutkannya. Sebenarnya nada pertanyaan itu datar saja, tapi hati Hasan Al-Banna yang begitu peka menangkap sebuah pesan yang besar dalam pertanyaan itu. "Bagaimana pendapat ustadz mengenai tawassul?" Sang guru yang ditanya terdiam sejenak. Ditatapnya si penanya. Disapunya satu per satu hadirin yang menatapnya dengan raut

Pantun ODOJ, One Day One Juz

Pendaftaran ODOJ di 0 8 1-741 2-1440 silahkan kirim pesan Whatsapps atau SMS Pantun ODOJ One Day One Juz, iseng-iseng disela safar sempat menulis beberapa pantun :) semoga bermanfaat dan berkenan Cawan dingin dari keramik Yang begini ulun sukanya Ikhwan ingin bidadari cantik Jam segini quran belum dibacanya Ups Sepanjang jalan kulihat aspal Ditengah2 ada putihnya ODOJ itu bukan asal Tp dilandasi niat kuatnya Ea ... Pandang pandang sambil menganga Akhi itu bukan muhrimnya Selayang pandang tentang surga Dr pintu mana kau memasukinya Ya Allah .. Kulihat Irman berpindah kota Bersepeda Tegar pergi sekolah Ini fakta bukan pantun Sekedar usil teman melamun #MusafirEfek @masminant on twitter Pendaftaran ODOJ di 0 8 1 741 2 144 0 silahkan kirim pesan Whatsapps atau SMS

Buah Hati

Lucu dan membuat rindu Senang saat aku denganmu Satu satu kubuat nyaman Moga jiwanya terasa aman Bermain tentu keinginan Memang ini masanya bermain peran Lalu kurasa lalu kucinta Malu dimasa awal cerita Hingga nanti suatu masa Kalian beranjak dewasa Menatap terjal kehidupan Berbekal iman penuh keikhlasan Untuk anak-anakku

Sebab Keimanan Meningkat

🍥🍥Sebab Keimanan Meningkat 🍥🍥 Seorang pedagang tentu menginginkan oplah penjualan barang dagangannya meningkat, seorang karyawan tentu menginginkan gajinya meningkat, setiap orang tentu pula menginginkan kesejahteraan hidupnya secara materi meningkat. Singkat kata, setiap orang tentu menginginkan adanya peningkatan dalam segala aspek kebaikan dalam kehidupannya secara  materi. Oleh karenanya, setiap orang-baik ia beriman ataupun tidak beriman- mengusahakan agar sesuatu yang diinginkannya tersebut tercapai dengan mencari dan melakukan sebab yang diduga dapat mewujudkan keinginannya tersebut. Hal demikian karena mereka faham bahwa peningkatan kebaikan secara materi banyak memberikan faidah kepadanya dalam kehidupan. Hanya saja ada hal lain yang hanya diinginkan oleh orang-orang yang beriman, yaitu keimanannya meningkat. Oleh karenanya, ia melakukan sebab yang diharapkan akan meningkatkan keimanannya, di antaranya, 🍊 Mempelajari ilmu syar’i 🍏 Memperbanyak membaca Alquran