Bekerja Mencari mai'syah

“Islam menganjurkan umatnya untuk bekerja dan mencari rezeki. Islam menganggap usaha mencari rezeki sebagai kewajiban yang harus ditunaikan oleh orang-orang yang mempunyai kemampuan, Islam juga menghargai dan menyanjung orang yang mempunyai pekerjaan dan keahlian; mengharamkan meminta-minta serta menyatakan bahwa sebaik-baik ibadah adalah bekerja. Bekerja (mencari ma’isyah) adalah sunnah para nabi. Islam juga menerangkan bahwa sebaik-baik usaha adalah mencari rezeki dengan tangannya sendiri. Sangat berdosa orang yang menjadi pengangguran dan orang yang hidup dari belas kasihan masyarakat, meskipun dengan alasan agar ibadahnya tidak terganggu. Islam tidak mengenal prinsip hidup menganggur ini.”


Sepuluh orang sahabat Nabi yang dijamin masuk surga (yakni Abu Bakar Ash-Shidiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abdurrahman bin Auf, Zubair bin Awwam, Amru bin ‘Ash, Sa’ad bin Abi Waqqash, Abdullah bin Rawahah, dan Thalhah bin Ubaidillah) semua memiliki aktifitas mencari ma’isyah. Dan rata-rata aktifitas mereka adalah bisnis.
Dalam pandangan Islam, aktifitas dakwah tidaklah lebih mulia dari mencari ma’isyah untuk menghidupi diri dan keluarga. Keduanya adalah perintah Allah yang harus dijalankan. Dakwah adalah upaya untuk menyampaikan hidayah kepada Allah. Mulianya dakwah digambarkan oleh Rasulullah saw dengan sabdanya, “Jika Allah memberi petunjuk kepada seseorang melalui (usaha, dakwah) kamu maka hal itu lebih baik bagimu daripada dunia dengan segala isinya.”

Posting Komentar

thanks for your comment on 4Fatih

Lebih baru Lebih lama