Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2011

Belajar dari Semut, Lebah/Tawon dan Laba-Laba

"Ibarat Semut, Laba-Laba dan Lebah" Tiga binatang kecil ini menjadi nama dari tiga surah di dalam Al-Qur'an. An Naml [semut], Al 'Ankabuut [laba-laba], dan An Nahl [lebah]. Semut, menghimpun makanan sedikit demi sedikit tanpa berhenti. Konon, binatang ini dapat menghimpun makanan untuk bertahun-tahun. Padahal usianya tidak lebih dari setahun. Ketamakannya sedemikian besar sehingga ia berusaha - dan seringkali berhasil memikul sesuatu yang lebih besar dari tubuhnya. Lain lagi uraian Al-Qur'an tentang laba-laba. Sarangnya adalah tempat yang paling rapuh [ Al 'Ankabuut; 29:41], ia bukan tempat yang aman, apapun yang berlindung di sana akan binasa. Bahkan jantannya disergapnya untuk dihabisi oleh betinanya. Telur-telurnya yang menetas saling berdesakan hingga dapat saling memusnahkan. Inilah gambaran yang mengerikan dari kehidupan sejenis binatang. Akan halnya lebah, memiliki naluri yang dalam bahasa Al-Qur'an - "atas perintah Tuhan ia memilih gunun

Belajar dari ikan

( belajar dari ikan ) Tetaplah menjadi orang baik. Seperti ikan di laut. Meski lingkungan sekelilingnya terasa asin, tetapi daging ikan tidak ikut-ikutan menjadi asin. Meski di sekitar kita ada orang-orang yang tidak jujur, tapi itu tidak berarti kita harus ikut-ikutan menjadi orang yang juga tidak jujur. Mungkin tubuh kita tidak ikut menjadi ‘asin’. Tetapi otak kita sibuk memikirkannya. Hati kita juga sibuk menghujat; ‘mengapa orang macam itu yang mendapatkan kesempatan?’. Hal itu menandakan jika kita terpengaruh oleh ketidakjujuran orang lain. Mendingan Anda fokus saja untuk tetap menjaga nilai-nilai kejujuran Anda. Tidak perlu ikut campur. Kecuali jika Anda mampu ‘mengambil tindakan’ untuk menghentikan ketidakjujuran orang itu. Jika tidak memiliki kemampuan itu, sebaiknya Anda tidak membuang waktu dan energy dengan pikiran dan perasaan negatif yang ditimbulkan oleh ketidakjujuran orang lain. Cukuplah dengan tidak mengikuti perilaku buruk mereka. Sehingga kita bisa tetap menjadi oran

Menghilangkan Noda BAB/pup bayi

Menghilangkan noda BAB(buang air besar)/pup bayi baik pada popok maupun celana bisa dibilang gampang-gampang susah. sebaiknya kenali dulu jenis kain yang terkena noda BAB(buang air besar) ini: Kain yang tipis, noda BAB pada kain ini sangat mudah untuk dibersihkan Kain yang tebal/seratnya rapat, noda BAB akan sulit hilang biasanya akan meninggalkan noda kekuningan pada kain, rona kekuningan ini akan hilang jika kain sudah kering Cara menghilangkan noda BAB pada kain (popok, baju, celana, baju dalam) sikat noda BAB sambil diberi air mengalir (kran), untuk kain yang tipis pada tahap ini tanpa sabun-pun noda sudah bisa bersih, untuk kain yang seratnya rapat cukup hilangkan noda BAB nya saja rona kekuningan yang masih tertinggal bisa dihilangkan dengan cara memberikan sabun colek seperlunya, sikat hingga rona kekuningan hampir hilang (karena tidak bisa benar-benar hilang) bilas kain yang terkena noda BAB dengan air bersih 2 - 3 kali untuk menghilangkan noda dan busa sabun colekn

Menyikapi Para Pembajak Gagasan

Artikel: Menyikapi Para Pembajak Gagasan  - Adakah hal lain yang bisa membuat Anda kesal melebihi kekesalan saat Anda mengetahui jika orang lain telah mengambil sesuatu yang menjadi hak Anda? Tentu Anda tidak diam saja saat mengetahui sepeda motor Anda yang hilang itu ternyata diambil oleh seseorang yang Anda kenal, misalnya. Hal itu tidak hanya berlaku untuk benda kasat mata. Di kantor, tidak mudah untuk menerima kenyataan teman Anda telah ‘membajak’ ide jenius Anda lalu mengklaimnya seolah itu miliknya sendiri. Orang itu mendapatkan semua kreditnya, sedangkan sebagai originator, Anda tidak mendapatkan apa-apa. Jika yang diambil orang lain itu barang atau benda fisik, Anda bisa mengambilnya lagi. Tapi, jika yang direnggut dari Anda adalah hasil pemikiran, gagasan, dan ide-ide cemerlang Anda; apa yang akan Anda lakukan? Ada banyak orang yang kehilangan gairah ditempat kerjanya. Padahal, sebelumnya mereka adalah orang-orang pilihan yang mempunyai kapasitas dan pencapaian tinggi. Meng

Ikut Campur Atau Kontrol Sosial?

Ikut Campur Atau Kontrol Sosial? - Mencampuri urusan orang lain bukanlah perilaku yang baik. Tetapi, membiarkan orang lain melakukan sesuatu sesuka hati juga tidak membuat keadaan menjadi lebih baik.  Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa orang bisa memusuhi orang lain hanya gara-gara merasa urusannya dicampuri. Dan, tidak sedikit peristiwa buruk terjadi karena orang tidak saling peduli. Di kantor, ada orang yang marah kepada temannya hanya karena dia ditegur;”ingat, itu telepon kantor…jangan dipake pacaran melulu..”. Ada juga orang yang akhirnya dipecat setelah teman-temannya tidak mau peduli meski mereka tahu dia suka melakukan tindakan keliru. Maka dari itu, kita mesti bisa menjalankan fungsi sosial tanpa harus ikut campur urusan orang lain. Saya baru kembali dari luar kota ketika mendapati meja kerja saya sudah terlihat rapi dan bersih. Meski menyukai kerapian dan kebersihan, tetapi saya tidak suka pada apa yang terjadi dengan meja kerja itu. Selama berhari-hari saya masih ha

Sebelum Segalanya Serba Terlambat

Kita mengenal istilah ini; ’setinggi-tingginya bangau terbang, pasti kembali ke sarang.’ Makna pepatah itu bukanlah soal fisik belaka, melainkan soal tata nilai. Kita selalu percaya bahwa setiap orang yang pergi tentu akan ingat pulang. Kita juga pecaya bahwa setiap orang yang melakukan langkah yang salah selalu memiliki kesempatan untuk berubah dan kembali memperbaiki diri. Termasuk orang-orang yang terpenjara dalam kebiasaan yang buruk. Kita percaya bahwa mereka, mempunyai kesempatan untuk insyaf dan bertaubat. Lalu kembali mengadopsi kebiasaan baik. Tetapi kita juga punya istilah ini; ’sudah terlanjur basah, ya nyebur saja sekalian’. Mereka yang suka istilah asing menyebutnya ’the point of no return’ yaitu titik, dimana kita tidak bisa kembali. Dengan idiom itu, kita diingatkan untuk segera memperbaiki diri selagi masih ada kesempatan untuk melakukannya. Langit terik tiba-tiba berubah menjadi gelap. Hujan lebat disertai angin dan guntur turun tak lama kemudian. Ketika hujan reda,