Langsung ke konten utama

Arah Kiblat yang tepat


Bisa melaksanakan ibadah dengan benar adalah dambaan semua umat Islam, terutama dalam melakukan ibadah sholat, karena sholat adalah tiang agama. Untuk bisa melaksanakan sholat dengan benar tentu harus memenui syarat dan rukunnya. Salah satu syarat sahnya sholat adalah menghadap ke arah Ka'bah di Makkah al-Mukarromah, dengan kata lain menghadap kiblat, dan bukan yang lainnya.

Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, akan tetapi ironisnya, kalau kita berselancar dengan Google Earth, kita akan menemukan banyak masjid-masjid di Indonesia ini yang  arah kiblatnya kurang tepat. Melencengya arah kiblat masjid-masjid tersebut bukanlah karena gempa bumi yang ramai dibicarakan pada awal tahun 2010 lalu, sampai-sampai MUI mengeluarkan Fatwa No. 3 Tahun 2010 tentang arah kiblat kemudian direvisi dengan Fatwa No. 5 Tahun 2010.


Asumsi bahwa gempa bumi merupakan faktor penyebab berubahnya arah kiblat di Indonesia tergolong menyesatkan mengingat perubahan sudut akibat pergerakan kulit Bumi oleh gempa bumi tergolong sangat kecil. Pergeseran sebesar permukaan bumi sebesar 20 m akibat gempa di Aceh akhir tahun 2004 hanya menghasilkan sudut penyimpangan arah kiblat  sebesar 0,374” detik derajat.

Jauh-jauh hari sebelum gempa Aceh dan fatwa MUI tersebut keluar, penulis melakukan pengukuran arah kiblat masjid kecamatan se-kabupaten Gresik kecuali Bawean pada tanggal 21 Juni 2003 dengan menggunakan GPS (global position system), dan hasilnya banyak masjid-masjdi tersebut yang arah qiblatnya tidak sesuai, bergeser sekitar 2 sampai 5 derajat. Bahkan salah satu masjid bersejarah di kota Gresik ada yang melenceng 20 derajat.

Jadi kesimpulannya melencengnya arah kiblat di Indonesia bukanlah karena gempa, akan tetapi sangat mungkin pada saat pengukuran awalnya yang memang kurang presisi, mengingat keterbatasan teknologi pengukuran saat itu.

Secara teknis memperbaharui arah kiblat yang kurang tepat dengan arah kiblat yang benar bukanlah perkara yang sulit, akan tetapi realisasinya di masyarakat. Hal tersebut akan menimbulkan polemik jika tidak dilakukan dengan hati-hati.

Banyak cara dan metode untuk menentukan arah kiblat, mulai dari kompas magnetic, bayang-bayang matahari sampai dengan alat survey dan navigasi yang berbasis satelit, seperti GPS dan kompas digital.

Dari beberapa cara tersebut yang paling muda dan praktis adalah mengimplementasikan apa yang tersirat di dalam Al-Qur'an, surat Al-Furqon ayat 45 yang artinya: Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang; dan kalau dia menghendaki niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu.

Cara yang paling mudah untuk menentukan arah kiblat dengan akurasi yang tidak kalah presisi dengan alat-alat canggih adalah dengan bayangan matahari. Yakni melihat bayangan matahari pada saat Qiblat Day (hari penentuan arah qiblat), atau Yaumu Roshdil Qiblah, atau istilah lain Istiwaul A’dhom, yakni ketika matahari berada tepat di atas ka’bah.

Dalam setahun, matahari tepat diatas ka’bah terjadi dua kali yaitu pada tanggal 28 Mei pukul 16.18 WIB (12:18 waktu Saudi) dan pada tanggal 16 Juli pukul 16.27 WIB (12:27 waktu Saudi), kecuali pada tahun kabisat maka hari penentuan arah qiblat maju satu hari yakni 27 Mei dan 15 Juli. Pada saat itu semua bayangan benda yang berdiri tegak lurus akan menghadap ke arah ka’bah di Makkah.

Akan tetapi tidak semua wilayah bisa memanfaatkan fonemena Qiblat Day di kota Makkah ini untuk menentukan arah kiblat, termasuk Makkah sendiri. Pada saat Qiblat Day, matahari berada diatas Ka’bah sehingga benda yang berdiri tegak di sekitar Ka’bah (Makkah) tidak menimbulkan bayangan sama sekali. Semakin dekat dengan Ka’bah semakin sulit menggunakan momen Qiblat Day ini.

Penentuan qiblat pada saat Qiblat Day ini hanya bisa digunakan oleh kaum muslimin dari tiga benua yaitu Asia, Afrika dan Eropa, sementara Amerika dan Australia tidak bisa memanfaatkan momen ini karena pada saat tersebut di Amerika matahari belum terbit dan di Australia matahari sudah tenggelam di ufuk barat. Wilayah Indonesia juga bisa memanfaatkan fonemena ini kecuali Indonesia bagian timur.

Secara umum negara-negara yang bisa memanfaatkan qiblat day ini hanya negara yang perbedaan waktunya tidak lebih dari 5 jam dengan waktu Makkah, atau bujurnya tidak lebih dari 90º dari Makkah ke barat maupun ke timur.
Teknik menentukan arah kiblat dengan bayangan matahari pada saat Qiblat Day 28 Mei dan 16 Juli:
1. Tentukan lokasi masjid/langgar atau rumah yang akan diukur arah kiblatnya.

2. Ambil lokasi yang bisa menerima sinar matahari, bisa di dalam masjid atau di halaman masjid. Yang penting tempat tersebut datar dan bisa mendapatkan sinar Matahari saat bayangan matahari menghadap ke arah qiblat.

3. Siapkan jam/arloji yang sudah dicocokkan/dikalibrasi waktunya secara tepat, baik jam, menit maupun detiknya dengan radio/ televisi/ internet atau telpon ke 103.

4. Sediakan tongkat lurus panjang 1 meter.  Pasang tongkat tersebut di lokasi yang datar secara vertikal (benar-benar vertikal) Akan lebih bagus jika menggunakan benang atau tali yang diberi bandul(lot tukang batu) sehingga benar-benar tegak vertikal.

5. Tunggu sampai pukul 16:18 WIB untuk tanggal 28 Mei dan pukul 16:27 WIB untuk tanggal 16 Juli. Usahakan pengukuran tepat pada jam tersebut, semakin tepat semakin benar pengukurannya. Jika tidak bisa secara tepat pada jam tersbut, usahakan jangan sampai selisih lebih dari 2 menit.

Contoh: Kita akan mengukur qiblat menggunakan bayangan matahari pada tanggal 28 Mei 2011, pasang benang beserta bandulnya pada tiang penyangga. Usahakan benang bandul tidak bergerak karena terpaan angin. Tunggu sampai 16:18 WIB ketika tepat pada jam tersebut tandailah bayangan matahari tersebut dengan spidol maupun penggaris. Maka, itulah arah kiblat yang sebenarnya.


Oleh: Ibnu Zahid Abdo el-Moeid
Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Gresik

sumber republika

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pantun ODOJ, One Day One Juz

Pendaftaran ODOJ di 0 8 1-741 2-1440 silahkan kirim pesan Whatsapps atau SMS Pantun ODOJ One Day One Juz, iseng-iseng disela safar sempat menulis beberapa pantun :) semoga bermanfaat dan berkenan Cawan dingin dari keramik Yang begini ulun sukanya Ikhwan ingin bidadari cantik Jam segini quran belum dibacanya Ups Sepanjang jalan kulihat aspal Ditengah2 ada putihnya ODOJ itu bukan asal Tp dilandasi niat kuatnya Ea ... Pandang pandang sambil menganga Akhi itu bukan muhrimnya Selayang pandang tentang surga Dr pintu mana kau memasukinya Ya Allah .. Kulihat Irman berpindah kota Bersepeda Tegar pergi sekolah Ini fakta bukan pantun Sekedar usil teman melamun #MusafirEfek @masminant on twitter Pendaftaran ODOJ di 0 8 1 741 2 144 0 silahkan kirim pesan Whatsapps atau SMS

Negeri yang Menua

Negeri yang Menua Mohammad Fauzil Adhim, 26 September 2017 Pertama kali ke Jepang tahun 2005, gambaran tentang pendidikan di Jepang adalah model yang sangat memperhatikan pembentukan adab pada diri anak . Kesantunan serta sikap hormat mereka sudah sangat masyhur, baik terhadap guru maupun orangtua. Jangankan yang belajar di Jepang sejak usia playgroup maupun SD hingga SMA, mereka yang kuliah di Jepang semenjak S-1 pun akan membekas pada dirinya dua sifat yang cenderung kuat: rendah hati dan menghormati senior, termasuk guru dan orangtua. Zaman berganti masa bertukar. Ketika saya berkesempatan mengunjungi Jepang lagi beberapa tahun silam, kuat terasa anak-anak muda yang cenderung meniru habis gaya Amerika, bahkan boleh jadi melebihi yang ditiru. Ini terasa betul pada anak-anak muda. Beriringan dengan itu, kian banyak perempuan yang enggan menikah dan pasangan suami-istri yang malas punya anak. Mengapa? Membesarkan anak merupakan investasi yang besar dan berat, terlalu banyak b

Tiap Obat Ada Dosisnya

Ada yang bilang, jangan khawatir mengkonsumsi obat herbal karena tidak akan ada efek samping. Jangan takut over dosis karena obat herbal itu aman. Tidak berbahaya jika konsumsi dalam jumlah banyak. ⁣ ⁣Ini merupakan pernyataan yang aneh. Jika obat herbal secara pasti aman meskipun dikonsumsi dalam jumlah sangat banyak, maka bagaimana mungkin ia bermanfaat untuk pengobatan. Contoh sederhana obat untuk darah rendah, jika konsumsi herbal diyakini dapat menaikkan tekanan darah hingga pada kondisi normal, ini menunjukkan bahwa obat herbal tersebut bermanfaat untuk menaikkan tekanan darah. Maka bagaimana mungkin obat itu tidak mendatangkan bahaya jika dikonsumsi berlebihan? ⁣ ⁣Teringat sebuah hadis: ⁣ ⁣عَنْ سَعْدٍ، قَالَ: مَرِضْتُ مَرَضًا أَتَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُنِي فَوَضَعَ يَدَهُ بَيْنَ ثَدْيَيَّ حَتَّى وَجَدْتُ بَرْدَهَا عَلَى فُؤَادِي فَقَالَ: إِنَّكَ رَجُلٌ مَفْئُودٌ ائْتِ الْحَارِثَ بْنَ كَلَدَةَ أَخَا ثَقِيفٍ فَإِنَّهُ رَجُلٌ يَتَطَبَّبُ فَلْيَأْ