Langsung ke konten utama

Kota Pegunungan Wonosobo

Terletak tepat ditengah-tengah provinsi Jawa Tengah wonosobo memiliki peran strategis sebagai jembatan penghubung antar kota-kota di provinsi yang memiliki 35 Kabupaten ini. Hawa sejuk khas kota ini seakan memngingatkan kita akan tempat wisata terkenal di Jawa Barat yang menjual kesejukan hawa alam sebagai daya tarik wisatanya. Ya betul sekali kota Wonosobo memiliki potensi alam yang luar biasa, dengan wilayah hampir 85% berupa perbukitan membuat kota ini memiliki hawa yang sangat sejuk bahkan di siang hari. Tak jarang di siang hari di tengah kota kabut tak segan-segan menyelimuti kota dengan penduduk hampir 800.000 jiwa ini. kami lebih senang menyebut Wonosobo Kota Pegunungan daripada sebagai kota bunga, seperti sudah diceritakan sebelumnya mengingat morfologi Wonosobo yang tiada bandingannya.
Dengan curah hujan yang tinggi, hampir setiap hari di Wonosobo dibasahi oleh hujan yang menyebabkan daerah ini begitu hijau, bahkan sempat ada wacana menjadikan Wonosobo Kota Bunga, mengingat potensi kesuburan tanah yang dikandungnya. Apalagi kalau melihat rumah-rumah di kota ini hampir semuanya memiliki bunga/taman bunga di rumahnya sangat layak kalau kota Wonosobo sebagai Kota Bunga.

Komentar

  1. jafar : bukane kota bunga wes ono bro, Tomohon, Sulut :D

    BalasHapus
  2. jo salah bro, disini juga kota bunga ... makanya kesini buktiin dewe

    BalasHapus
  3. pancen Kota bunga koq

    BalasHapus

Posting Komentar

thanks for your comment on 4Fatih

Postingan populer dari blog ini

Pantun ODOJ, One Day One Juz

Pendaftaran ODOJ di 0 8 1-741 2-1440 silahkan kirim pesan Whatsapps atau SMS Pantun ODOJ One Day One Juz, iseng-iseng disela safar sempat menulis beberapa pantun :) semoga bermanfaat dan berkenan Cawan dingin dari keramik Yang begini ulun sukanya Ikhwan ingin bidadari cantik Jam segini quran belum dibacanya Ups Sepanjang jalan kulihat aspal Ditengah2 ada putihnya ODOJ itu bukan asal Tp dilandasi niat kuatnya Ea ... Pandang pandang sambil menganga Akhi itu bukan muhrimnya Selayang pandang tentang surga Dr pintu mana kau memasukinya Ya Allah .. Kulihat Irman berpindah kota Bersepeda Tegar pergi sekolah Ini fakta bukan pantun Sekedar usil teman melamun #MusafirEfek @masminant on twitter Pendaftaran ODOJ di 0 8 1 741 2 144 0 silahkan kirim pesan Whatsapps atau SMS

Negeri yang Menua

Negeri yang Menua Mohammad Fauzil Adhim, 26 September 2017 Pertama kali ke Jepang tahun 2005, gambaran tentang pendidikan di Jepang adalah model yang sangat memperhatikan pembentukan adab pada diri anak . Kesantunan serta sikap hormat mereka sudah sangat masyhur, baik terhadap guru maupun orangtua. Jangankan yang belajar di Jepang sejak usia playgroup maupun SD hingga SMA, mereka yang kuliah di Jepang semenjak S-1 pun akan membekas pada dirinya dua sifat yang cenderung kuat: rendah hati dan menghormati senior, termasuk guru dan orangtua. Zaman berganti masa bertukar. Ketika saya berkesempatan mengunjungi Jepang lagi beberapa tahun silam, kuat terasa anak-anak muda yang cenderung meniru habis gaya Amerika, bahkan boleh jadi melebihi yang ditiru. Ini terasa betul pada anak-anak muda. Beriringan dengan itu, kian banyak perempuan yang enggan menikah dan pasangan suami-istri yang malas punya anak. Mengapa? Membesarkan anak merupakan investasi yang besar dan berat, terlalu banyak b

Tiap Obat Ada Dosisnya

Ada yang bilang, jangan khawatir mengkonsumsi obat herbal karena tidak akan ada efek samping. Jangan takut over dosis karena obat herbal itu aman. Tidak berbahaya jika konsumsi dalam jumlah banyak. ⁣ ⁣Ini merupakan pernyataan yang aneh. Jika obat herbal secara pasti aman meskipun dikonsumsi dalam jumlah sangat banyak, maka bagaimana mungkin ia bermanfaat untuk pengobatan. Contoh sederhana obat untuk darah rendah, jika konsumsi herbal diyakini dapat menaikkan tekanan darah hingga pada kondisi normal, ini menunjukkan bahwa obat herbal tersebut bermanfaat untuk menaikkan tekanan darah. Maka bagaimana mungkin obat itu tidak mendatangkan bahaya jika dikonsumsi berlebihan? ⁣ ⁣Teringat sebuah hadis: ⁣ ⁣عَنْ سَعْدٍ، قَالَ: مَرِضْتُ مَرَضًا أَتَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُنِي فَوَضَعَ يَدَهُ بَيْنَ ثَدْيَيَّ حَتَّى وَجَدْتُ بَرْدَهَا عَلَى فُؤَادِي فَقَالَ: إِنَّكَ رَجُلٌ مَفْئُودٌ ائْتِ الْحَارِثَ بْنَ كَلَدَةَ أَخَا ثَقِيفٍ فَإِنَّهُ رَجُلٌ يَتَطَبَّبُ فَلْيَأْ